Paradigma berlarian mengelilingi gedung megah
tempat derama-derama dipentaskan
wajah bengis bersembunyi dibalik topeng kebijaksanaan
buku-buku berserakan, bunga cempaka bertaburan di
perpustakaan
nafsu-nafsu berkeliaran, gadis-gadis menawan,
pendidikan dihapus tuntas oleh kemaksiatan.
Sepatu, ransel, dan dasi, menjadi alat peralihan.
Kampus-kampus di negri gerobak
Hanya berisi sampah kopi sasetan
Aktivis berdiri gagah menuntut keadilan dengan satu kepalan
tangan.
Namun saat lampu kota mulai remang,
Aktivis-aktivis itu mulai merampas keadilan
Dengan LC geratisan dipangkuan
Dan seteguk arak ditangan kanan.
Organisasi agamawan berdiskusi halal haraman
Yang katanya; “demi tercapainya kesejahteran”
Namun tatkala sendirian, ia tiba-tiba membunuh tuhan
Dan memandikannya dengan darah perawan.
Para penyair mendadak menjadi filsuf
Sangat dalam dan romantis membahas cinta
Namun di pojok kota,
Ia hanyalah budak kata-kata
Yang selalu dibuat gila oleh seorang wanita.
Disamping itu,
Rektor dan dosen tersenyum asri dengan janji menfasilitasi.
Namun diam-diam segala hal dikorupsi,
Dan janji-janji hanya penyedap rasa bagi perutnya sendiri.
Demikianlah kampus-kampus di negri gerobak
Perguruan tinggi hanya menjadi tempat pemuas nafsu birahi.
Candi, 6 oktober 2024.
Oleh: Afif kbr
.jpeg)
🔥🔥🔥
BalasHapus