Ada begitu banyak puisi yang aku coba rangkai sendiri
Yang baitnya tercipta dari keindahanmu
Tak jarang pula puisiku menangisi perih
Yang sengaja tercipta untuk menutupi lukamu.
Terkadang puisiku pergi berlarian menjauhimu
Tetapi ia tetap ingat, arah jalan pulang kepelukanmu.
Sesungguhnya, lelaki jelek dan kere sepertiku
Tak pantas bersanding denganmu
Yang hanya bermodal puisi untuk merayakan hari ulang tahunmu
Licik dan munafik menggurui cintamu
Birahi yang liar mengusik kesucianmu
Tetapi, biarpu begitu,
Engkau adalah rumah yang atapnya aku perbaiki
Untuk pulang dan berteduhnya puisiku.
Candi, 15 juli 2024.
Oleh: Afif kbr.
Tags:
Buletin
.jpeg)