Puisi: Puisi dan Rumahnya

 


Ada begitu banyak puisi yang aku coba rangkai sendiri

Yang baitnya tercipta dari keindahanmu

Tak jarang pula puisiku menangisi perih

Yang sengaja tercipta untuk menutupi lukamu.

Terkadang puisiku pergi berlarian menjauhimu

Tetapi ia tetap ingat, arah jalan pulang kepelukanmu.

 

Sesungguhnya, lelaki jelek dan kere sepertiku

Tak pantas bersanding denganmu

Yang hanya bermodal puisi untuk merayakan hari ulang tahunmu

Licik dan munafik menggurui cintamu

Birahi yang liar mengusik kesucianmu

Tetapi, biarpu begitu,

Engkau adalah rumah yang atapnya aku perbaiki

Untuk pulang dan berteduhnya puisiku.

 

Candi, 15 juli 2024.


Oleh: Afif kbr.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama