Upaya Mewujudkan Ketahanan Sosial



Kehidupan mahluk di muka bumi memiliki sebuah tatanan dalam banyak sektor, baik dalam sosial, hukum, agama, budaya, dan lain sebagainya. Tentu yang perlu dibahas adalah bagaimana mahluk yang berakal yaitu manusia menjadi subjek yang harus mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi tatanan di atas, apalagi manusia diciptakan dengan sebuah kelompok yang notabenenya tidak bisa hidup dalam lingkup personalitas.

Mengurai ketahanan nasional lebih lanjut, di mana menuntut bagaimana fungsi humanisme benar-benar digelarkan penuh pertanggungjawaban, hal ini membuat ketahanan nasional menjadi sangat sentral untuk terus diwujudkan, adapun pelaksanaan untuk mencapainya dengan maksimal adalah melalui kinerja pribadi, kelompok dalam bentuk keluarga,

Ingkungan dengan pengelolaan sumber daya alam yang baik, daerah dengan pemahaman tentang geografis, dan seluruh yang berkaitan tentang nasionalitas, sehingga ketahanan nasional yang diusung sebagai esensi kehidupan nasional yang harus diwujudkan akan terlaksana.

Tugas sebagian manusia sejati yang terkemas dalam kehidupan sosial dan budaya khususnya. Hal pertama yang menjadi titik untuk mewujudkan ketahanan sosial adalah kualitas ideologi SDM yang mewadahi dan berkembang, ini dibuktikan melalui penelitian kualitatif di mana keluhan sebagian besar masyarakat adalah masalah ekonomi yang menengah ke bawah dan ketimpangan moral yang semakin krisis. Sebenarnya ada banyak hal yang harus dievaluasi dalam hal ini menuntut kesetaraan sosial yang diatur dengan penuh seksama dan terbangun, dalam suatu contoh bentuk penyuluhan harus dirasakan seluruh masyarakat, sehingga kesamaan persepsi dan kemajuan SDM bisa direalisasikan dengan baik, bantuan sosial yang semestinya merata ke seluruh lapisan lingkungan, agar masyarakat yang berada dalam kualitas ekonomi rendah bisa ditangani dan tercukupi.

Apabila kita pindah terhadap penelitian secara kuantitatif terhadap ketahanan sosial di Indonesia, sekarang masalah ini menjadi salah satu fokus pemerintah untuk membangun kembali kestabilan ekonomi dan misi untuk terus menjalin sinergi dalam skala mikro dan makro, baik antara pemerintah dan masyarakat untuk mensosialisasikan bagaimana ketahanan sosial bisa terjaga dalam segmen yang baik dan mencegah terjadi ketimpangan-ketimpangan banyak sektor, beberapa bukti kinerjanya adalah terus melakukan bantuan sosial, Infrastruktur yang semakin meluas, pendidikan dengan kurikulum berkembang, lapangan kerja, serta beberapa kinerja terhadap penjagaan lingkungan adalah membangun komunitas perawat lingkungan, penjagaan hutan lindung, pengurangan tingkat polusi, dan lain sebagainya.

Jika kita menyinggung ranah hukum, bahwa khususnya Indonesia yang menganut sistem demokrasi, hal ini menjadi pendorong terwujudnya ketahanan sosial, dilengkapi dengan Pancasila yang melengkapi bagaimana sistem sehat kebangsaan, demi meminimalisir segala bentuk kekurangan terhadap terwujudnya masyarakat yang sentosa dan makmur. Ini perlu dijadikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat yang ikut serta membangun demikian. Meskipun dalam beberapa ranah, seringkali kita temui bagaimana ketahanan sosial masih memiliki ketimpangan yang kemudian  membuat masyarakat dalam kondisi miris dan menjadi keresahan tak berkesudahan. Hal ini perlu kita benahi bersama agar sama-sama berkesadaran penuh untuk mewujudkan ketahanan sosial yang lebih baik.

Penulis: Agustina Ivon Fransisca (Mahasiswa Manajemen UNIBA Madura)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama