Puisi: Penyair yang Kalah


 

Penghujan telah tiba

Tumbuhan memekarkan bunga rindu

Langit kelabu menanggung pilu

Kenangan dan harapan berjatuhan

Menggigilkan cinta dibalik kelam

Diantara rinai yang berserakan

Puisi menangis meminta kekal.

 

Seorang penyair duduk menghayal

Melukis kekasih dalam angan

Tak luput dari keretek ditangan kanan

Tanpa dihisap, dikalahkan perasaan.

 

Secarik tanya; apa kabar?

Memiliki makna seribu bahasa

Tanpa harus diterjemahkan

Dan luka-luka tercipta seketika

Bagi seorang penyair yang kalah.

 

Candi, 5 November 2024.

Oleh: Afif kbr.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama