Seorang Wanita menapaki batas
semesta
Bukan dibuana riuh, melainkan
dinurani hampa
Ia memilih senyap dalam diksi utama
Perjalanan bermula diambang sang
diri
Mencari makna yang terselubung
tabir ilusi
Ia menanggalkan jubah yang ditenun
opini
Melepaskan genggaman tangan yang
tak hakiki
Dunia mendikte raganya harus rimbun
Berpakaian ramah, bersuara
menenangkan khalayak
Namun, ia tahu jiwanya Adalah
padang terjal yang tak terjamah,
Menuntut ketegasan, menolak
belenggu kuat
Lalu, hadir ujaran dingin
Menilai sunyi sebagai kelemahan
Seolah eksistensi tak sah tanpa
peran orang lain
Wanita itu berdiri dipersimpangan
sepi
Dimana bayangan menjadi
satu-satunya saksi
Ia putuskan bahwa ia tak berhutang
validasi
Terhadap norma sosial yang memaksa
integrasi
Ia menapaki jalan yang dilarang
figurasi
Menjadi arsitek Nasib tanpa uluran
dedikasi
Tiada dukungan dan pujian
Hanya kesetiaan pada azam sang
pemimpin Langkah
Ia penempuh yang tak memerlukan
peta
Sebab peta itu terlukis dipalung
kalbu yang patah
Dan tiap hembusan napas yang ia
hirup
“ aku Adalah perjalanan itu sendiri
sebuah epos abadi, diukir dalam keheningan, mengagungkan otonomi, melampaui
fatwa bumi”
Nayla; 19-oktober-2025
Perumahan residence sumenep
Oleh: Bintang Kecil
