;
MENGIKAT KATA DI MULUT KECIL AKU
Huruf-huruf tak kenal berdempetan di balik bibir
sebelum ibu mengejaku di ujung mulutnya:
Sebentar,Berhenti,dan Lanjutkan.
Sebentar, ibu mengajariku perihal yang benar
Berhenti, ibu lagi-lagi perbaiki petitih dari gigiku yang mulai tumbuh
Lanjutkan, akhirnya ibu tahu,bagaimana aku mengunyah kata itu menjadi kalimat yang absurd di telinga ompong sebelum alis ibu memanjang dan memandangku girang.
Bahkan hiburan,
ibu menimangku di ruang yang penuh tulisan, ABCD--
aku paham; segala bentuk kegigihanku dalam merancang dunia adalah menyusun kata menjadi paham.
Menjadi paham itu berat, menjadi pemahaman itu imbang, memahamkanlah yang akan menulis
kata itu jadi pengalaman yang tiada maktub setelah tertumpuni oleh berbagai lampiran buku
Itulah cakap ibu.
Mencari judul sampul yang akan ibu eja,
demikian sepenuhnya pasti menjadi suara dari ketikan lama.
Sebaiknya perihal itu ibu simpan,
bukan malah menanam di mata yang belum pernah di pupuki oleh gambar gambar kecil sebelum
menyiraminya dengan tuntunan sesuap N A S I lunak di mulut yang asi.
Oleh: adtrmdhn
