Festival Tong-Tong di Sumenep 2025 Menuai Pro dan Kontra


Musik tong-tong merupakan salah satu warisan khas budaya Madura yang tetap hidup dan berkembang hingga saat ini, suara dentangan yang khas serta berirama dinamis sering terdengar di berbagai acara, salah satunya adalah di festival kebudayaan yang di adakan setiap tahun sebagai bentuk perayaan ulang tahun kabupaten Sumenep.

Festival tong-tong bukan hanya khusus masyarakat Sumenep saja namun seluruh wilayah di Madura seperti Pamekasan, Sampang dan juga Bangkalan bisa turut serta setiap tahunnya dengan menampilkan kreativitasnya masing-masing.

Namun pada festival tong-tong tahun ini menuai beberapa pro dan kontra dari masyarakat. Salah satu dukungan dari acara ini adalah festival tong-tong memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM, yang dimana dengan adanya festival ini banyak UMKM merasakan peningkatan pendapatan karna festival ini menarik banyak pengunjung, baik itu pengunjung lokal maupun dari luar daerah yang berbelanja di sekitar lokasi acara.

Sedangkan di sisi lain ada sebagian masyarakat yang mengkritik terkait beberapa ketetapan yang di lakukan pada festival ini, di antaranya adalah adanya pagar pembatas yang membuat pemilik toko di sekitar wilayah tersebut kesusahan saat ingin membuka tokonya, lalu yang kedua rute yang di anggap terlalu dekat membuat penonton harus berdesak desakan akibat kurangnya tempat,  lalu berikutnya banyak nya kabel yang putus akibat dekorasi tong-tong yang terlalu tinggi sehingga di anggap menyusahkan PLN, dan terakhir kurangnya perhitungan jam yang dimana peserta-peserta bagian urut terakhir di bubarkan oleh takmir mesjid dan akhirnya terpaksa di bongkar di tengah jalan sebelum sampai ke finish.

Hal ini menuai banyak kritik dari masyarakat yang di mana Disbudporapar dan juga panitia-panitia festival tong-tong di Sumenep di anggap gagal pada event tahun ini.


Oleh: Amel Yumni.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama