Di kegelapan malam yang berselimut sunyi,
langkah-langkah dan bayangan menyelinap tanpa jejak.
Dari ujung pulau kecil lahirlah seorang gadis kecil
dengan mimpi seluas lautan,
membawa cahaya menyusuri rembulan malam.
Dia berlayar sendirian di kegelapan malam,
dengan cahaya yang terus menyala-nyala.
Ombak yang menari sesekali menghentikan lamunannya.
Wahai ombak, "pernah kau hempaskan perahu kecilku
kemarin,
namun aku tak pernah benar-benar tenggelam.”
Aku berenang di bawah rembulan malam
yang bersinar, aku menepi pada seutas harapan
yang takkan pernah mati.
Kini, harapan itu membawaku ke tepian pantai,
tempat ombak berbisik bahwa badai telah usai.
Aku berdiri dan melangkah jauh,
namun sesekali melambaikan tangan
kepada raga yang tak pernah benar-benar sempat kupeluk.
dialah alasan
mengapa aku terus melangkah jauh—
mencari jalan pulang menuju diri sendiri.
Oleh: Karmila Dewi S.
