Bullying di Salah Satu Kampus Hingga Korban Akhiri Hidup

 

Sejumlah mahasiswa di salah satu kampus terduga melakukan bullying (perundungan) terhadap salah satu mahasiswa yang berinisial TAS, mahasiswa ini dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP).

Dalam unggahan yang beredar sejumlah mahasiswa yang diduga pelaku bullying tersebut melakukannya dengan menghina fisik korban serta menyamakannya dengan konten kreator kekeyi, sehingga dampak dari bullying tersebut membuat korban akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di lantai 2 kampusnya. Bahkan setelah korban meninggalpun masih tetap mendapatkan Perilaku bullying di media sosial, Sehingga Perilaku tersebut menuai banyak kecaman dari mahasiswa lainnya dan juga masyarakat luar yang menilai tindakan tersebut tidak berempati serta jauh dari perilaku mahasiswa pada semestinya.

Kampus adalah ruang ataupun wadah untuk melahirkan mahasiswa yang intelektual dan berempati, bahkan ruang pendidikan salah satunya adalah agar kita mampu menjadi manusia yang memanusiakan orang lain. Tapi kenyataan yang terjadi hingga saat ini bullying masih kerap terjadi bahkan sampai ke lingkungan kampus. Dan lebih mirisnya lagi dari kasus yang terjadi ini pihak kampus tersebut hanya memberikan sanksi pendidikan berupa pengurangan nilai soft skill selama satu semester kepada pelaku dan juga membuat video klarifikasi, dimana hal ini amat sangat di anggap tidak adil oleh beberapa pihak, sehingga banyak mahasiswa lainnya serta masyarakat diluar menuntut keadilan kepada korban dan benar benar memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku, bahkan jika perlu lakukan blacklist kepada pelaku di segala jenis lapangan pekerjaan.

Tindakan bullying ataupun perundungan tidak patut di normalisasi dimanapun itu apa lagi di lingkungan akademik, ruang pendidikan bahkan di kampus sekalipun harusnya menjadi tempat yang aman, inklusif, dan juga menghargai setiap individu tanpa pengecualian. stop lakukan Pembullyan ataupun menormalisasikan dalam bentuk apapun itu, baik secara fisik, verbal, maupun sosial.

Penulis: Amel Yumni

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama